Sejumlah perawat dikabarkan gugur selama masa pandemi covid19 ini. Beberapa diantaranya sudah dinyatakan sebagai pasien positif Covid19, ataupun berstatus pasien dalam pengawasan. Beberapa diantaranya menunggu hasil PCR, dan mengalami penyakit lain.

Seperti diketahui juga, beberapa pihak memberikan santunan kepada para perawat yang gugur melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19, yang selanjutnya disalurkan oleh Satgas Covid19 DPP PPNI. “Seperti kita tahu, ada beberapa pihak yang memberikan bantuan. Aplikasi tiktok, perbankan, juga ada dari partai politik, Partai Nasdem,” Ungkap Ketua DPP PPNI Harif Fadhilah.

Selain itu, ia juga mengatakan, pihak PPNI memberikan apresiasi kepada para sejawat yang gugur melalui keluarga atau ahli warisnya. Para perawat yang gugur merupakan pejuang kemanusiaan. “Kami dari DPP PPNI, memberikan sertifikat penghargaan, kemudian sedikit santunan yang tidak seberapa. Ditambah santunan dari berbagai pihak,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut dilakukan sejak awal april lalu. Beberapa diantaranya dialkukan di rumah perawat Ninuk Dwi Puspaningsih di Cibitung, Bekasi, di rumah Mulatsih Widji Astuti di Jatiasih, Bekasi. Lalu di kediaman Nurlaela di Bintara, Bekasi, kemudian di kediaman Sugiarto di Sawangan, Depok. Serta terakhir di kediaman Shelly Ziendia Putri di Sukmajaya, Depok.

Kegiatan tersebut dilakukan sejak 8 april hingga 2 mei lalu. Kegiatan ini pun akan terus berlangsung di bawah komando Satgas Covid19 bentukan DPP PPNI.

Dikutip dari berbagai sumber, santunan yang diberikan oleh partai Nasdem adalah 10 juta per perawat yang gugur. Adapun dari para donatur yang disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid19 sebesar 150 juta rupiah untuk setiap perawat yang gugur dalam tugas selama masa pandemi ini. (mam)