Aveecena yang tergabung dalam Asosiasi Telemedis Indonesia (ATENSI) mengadakan program rapid test gratis untuk orang-orang yang berjuang mengatasi wabah covid-19 yaitu para tenaga kesehatan dan para relawan organisasi masyarakat, pemuda maupun mahasiswa.

“Kami menggandeng LKMI HMI untuk melaksanakan kegiatan rapid test gratis kepada tenaga kesehatan dan relawan, melihat HMI memiliki program yang sinergis dengan aveecena” Kata Nurdiansyah CEO Aveecena.

“Kolaborasi yang kami lakukan dengan prawatku dan klinikgo ini juga merupakan kontribusi kami sebagai startup kesehatan yang bekerjasama dengan BNPB maupun Kemenkes RI. Hal ini karena kami melihat masih banyak tenaga kesehatan dan para relawan yang masih sering bertemu langsung dengan pasien positif, PDP maupun ODP namun masih ada yang belum dilakukan rapid test” tambahnya.

Arya Kharisma Hardy selaku PJ Ketua Umum PB HMI mengatakan “langkah-langkah sederhana seperti rapid test yang rutin dan masif efektif membantu pemerintah dalam mendeteksi dan mengukur seberapa jauh pandemik ini. Dia mengatakan, sehingga setiap instrumen pengendalian dan pemulihan dengan mudah bisa segera dihitung dan disiagakan”.

“Harapannya pada masa PSBB, rapid test dapat dilakukan secara massif oleh semua pihak supaya data yang diperoleh lebih besar dan terukur,” katanya.

Direktur Badan Koordinasi Nasional LKMI Fachrurrozy Basalamah mengatakan, LKMI dengan aveecena telah menyediakan situs yang diakses untuk pendaftaran di aveecena.com/covid19 bagi relawan dan tenaga medis yang ingin dilakukan skreening covid-19 ini.

Dia menjelaskan, mekanisme rapid test telah dibuka pada tanggal 17 April 2020 hingga 30 April 2020 di sekretariat PB HMI dan dibagi dalam tiga sesi. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan peserta mengingat keterbatasan tenaga medis.

Fachrurrozy berharap masyarakat lebih tertib untuk menahan diri tidak keluar rumah. Dia mengatakan, pandemik yang terjadi saat ini memiliki pola epidemik yang sangat sulit untuk dihindari meski warga memiliki antibodi yang tangguh.