Praktisi dari Pro Emergency berfoto bersama karyawan perusahaan migas ternama dalam salah satu kesempatan. Foto:dokProEmergency

Dari Istana Negara Hingga KTT IORA

Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat, memang masih perlu perhatian. Hal ini tak bisa dipungkiri oleh siapa pun yang berkecimpung dalam pelayanan medis. Itu pun yang coba diperjuangkan oleh Pro Emergency dalam bidang pelayanan kegawat daruratan.

Pelayanan yang digawangi oleh seorang bertitel sarjana keperawatan yang saat ini telah menikmati banyak hasilnya. Tak lagi hanya melayani masyarakat di tatanan sosial terbawah, Pro Emergency malah sudah sering tampil dalam acara kenegaraan. Perayaan HUT RI di istana negara, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika, hingga Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) pernah mereka hadiri.

Bukan hadir sebagai pembicara atau peserta, mereka hadir dalam acara-acara tersebut sebagai tim medis acara. Paling tidak begitulah penuturan sang direktur utama, Jajat Sudrajat pada DailyNers.com

Personil Pro Emergency dalam Konferensi Tingkat Tinggi .Foto:dokProEmergency

Sejatinya, langkah mereka saat ini bukanlah langkah yang mudah. Diawali pada tahun 2007, berdiri hanya dengan 2 ambulans sebagai inventaris. Dua Armada tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan kegawat daruratan bagi masyarakat sekitar. Evakuasi medis dari rumah atau tempat kejadian lain menuju rumah sakit, serta pemindahan pasien dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, merupakan langkah awal berdirinya Pro Emergency ini.

“Berdirinya tahun 2007. Saat itu kita cuma punya 2 ambulans saja untuk melayani masyarakat,” kenang Jajat.

Ia melanjutkan, tak hanya kegawat daruratan dalam keseharian yang mereka layani, namun juga kegawat daruratan bencana mereka ikut turun memberikan bantuan. Tingginya angka kebutuhan evakuasi medis, membuat Pro Emergency melakukan kerja sama untuk pengadaan armada. Hingga akhirnya, perusahaan yang identik dengan lambang garis vertikal dan diagonal biru ini memiliki sembilan armada ambulans.

Peningkatan ini berujung manis. Pada tahun 2013, Pro Emergency dapat memberikan pelayanan bagi perusahaan-perusahaan migas baik yang berlokasi onshore ataupun Offshore. Hal ini tak lain karena makin dikenalnya Pro Emergency di kalangan masyarakat.

“Alhamdulillah hingga kita punya 9 ambulans, kemudian tahun 2013 kita sudah dipercaya oleh perusahaan migas, berkat kerja keras semuanya,” lanjutnya.

Menjadi International Training Centre

Kerja keras dan kegigihan selalu berujung manis. Begitu pun yang terjadi dengan Pro Emergency. Setelah mendapatkan kerja sama dengan perusahaan migas pada 2013, di tahun berikutnya, Pro Emergency resmi menjadi International Training Centre (ITC) dari American Health Association (AHA) untuk pelatihan Basic Life Support (BLS) serta Advance Cardiovascular Life Support (ACLS).

Pemateri dari Pro Emergency memberikan materi BLS pada peserta pelatihan. Foto:dokProEmergency

Prestasi ini juga merupakan bagian dari komitmen Pro Emergency dalam peningkatan keterampilan. “Pelatihannya ke seluruh Indonesia, dan tergantung kebutuhan dari instansi yang mengundang kami,” tutup Jajat. (red)