Sekretaris BBHAP DPP PPNI, Maryanto saat melakukan pertemuan dengan Kanit Reserse Polres Bandar Lampung kemarin. Pihak BBHAP meminta polisi segera menyelesaikan kasus ini. Foto:dokpribadi

Lampung-Kejadian memilukan kembali harus diterima profesi perawat. Kamis (29/3) kemarin, Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Perawat Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (BBHAP DPP PPNI) menindaklanjuti laporan adanya pengeroyokan pada salah satu anggota mereka di RSUD Abdoel Moeloek (RSUDAM) Lampung. BBHAP DPP PPNI mengirimkan anggotanya untuk melakukan pendampingan hukum atas penganiayaan ini. “Kejadiannya tanggal 27 Maret, ketika kami mendapat laporan ini kami langsung datang ke RSUDAM untuk mengumpulkan data serta melakukan pelaporan ke pihak berwajib,” Ujar Sekretaris BBHAP, Maryanto saat dihubungi dailyners.com

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika pelaku pengeroyokan datang ke UGD RSUDAM dengan emosional. Saat Ferry, perawat yang menjadi korban, mencoba menenangkan, korban malah dianiaya oleh AN dan tiga orang lainnya. “Pasien datang dengan kondisi tidak gawat juga tidak darurat. Namun pelaku yang ikut mengantar datang dengan emosi. Ketika korban meminta pelaku agar tenang, kerah baju korban malah ditarik oleh pelaku hingga terjatuh dan dikeroyok oleh empat orang,” bebernya dalam percakapan aplikasi WhatsApp.

Kejadian berlangsung pada pukul 12.30 ketika korban melakukan dinas shift pagi. Atas kejadian ini, BPHAP langsung bergerak cepat melakukan investigasi dan pelaporan. “Kita sudah mengumpulkan data dari saksi juga video yang menjadi bukti pelaporan kami. Kami juga meminta pihak kepolisian untuk segera memeriksa para terlapor,” tambahnya lagi.

Masih kata Maryanto, kasus ini sudah masuk ke Polres Bandar Lampung dengan nomor laporan 12/B/1465/III/2018/LPG/SPKT/RESTA BALAM. Ia berharap agar pihak kepolisian serius mengusut tuntas kasus ini sampai tuntas. “Jika kasus ini tidak tuntas, kami bisa buat aksi solidaritas. Kami punya 1 juta lebih anggota di seluruh Indonesia. Kami akan kawal terus kasus ini hingga tuntas, untuk itu diharapkan polisi turut mempertimbangkan aspek moral dan sosial perawat,” katanya.

Hingga berita ini dirilis, korban belum dapat dihubungi karena masih trauma dan masih dalam perawatan pihak rumah sakit. Beberapa saksi pun belum dapat tim kami hubungi. Hanya saja dikabarkan, korban mengalami lecet di bagian leher dan bibir, serta memar di bagian kepala akibat pengeroyokan tersebut. (Red)